DAMPAK
INTERNET BAGI PELAYANAN REFERENSI
DI
PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
A.
Latar Belakang
Berkembangnya dunia teknologi dan komunikasi
menggiring perubahan pada semua aspek kehidupan manusia dalam beraktifitas dan
berinteraksi, tidak terkecuali perpustakaan. Inovasi dalam dunia teknologi dan
komunikasi telah merubah cara perpustakaan melayankan jasa kepada komunitas
penggunanya. Perubahan cara pelayanan dilakukan perpustakaan untuk mengimbangi
dan menyesuaikan perubahan perilaku pencarian informasi komunitas penggunanya.Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
perpustakaan perguruan tinggi mempunyai peran krusial bagi civitas akademika
perguruan tinggi tersebut, yaitu sebagai pusat belajar dan pembelajaran, pusat
penelitian, pusat sumber informasi, pusat penyebaran informasi dan pengetahuan,
serta pusat pelestarian ilmu pengetauan (Yuven: 2010). Ada beberapa macam layanan
yang ada di perpustakaan perguruab tinggi disini penilis menekankan pada
pelayanan referensi yang ada di perpustakaan.
Layanan
referensi yang diberikan pustakawan terutama di perpustakaan-perpustakaan
perguruan tinggi haruslah layanan yang prima, internet sangat membantu
pustakawan referensi dalam pencarian informasi, internet seperti yang kita
ketahui bahwa memiliki informasi yang sangat banyak dan luas, cakupan informasi
yang sangat luas itulah yang harus diwaspadai pustakawan untuk mencarikan sumber
informasi yang relevan bagi pemustaka internet bisa digunakan untuk
menyambungkan pengunjung ke sistem katalog online perpustaakan tersebut atau
bisa juga mengunjungi laman-laman yang berisi informasi yang relevan, seperti
contohnya portal jurnal atau e-journal, laman web yang terpercaya dengan alamat
.edu, .org, .dev, dll.
Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, berkembang pula
internet. Dengan internet, informasi yang dihasilkan semakin mudah disebar
maupun didapatkan. Selain itu, internet juga berperan dagi layanan referensi di
perpustakaan. Menurut Davinson (1980), layanan referensi dan informasi adalah
aktifitas yang dilakukan oleh para pustakawan dan staf dari
perpustakaan-perpustakaan referensi, dengan menggunakan buku-buku dan
bahan-bahan pustaka lainnya yang mereka miliki untuk tujuan berbeda dari
bahan-bahan yang disediakan untuk bacaan di rumah atau pemakaian di luar
perpustakaan.
Pesatnya laju teknologi yang
terjadi di dalam komunikasi dan informasi mengakibatkan dinamika gelombang arus
informasi yang semakin deras dan membesar setiap waktu informasi terus
berkembang dan bertambah hal ini dikarenakan kemudahan akses informasi dari
manapun dan kapanpun dengan bantuan alat teknologi informasi komunikasi. Namun
kemudian akses informasi serta bnyaknya informasi yang tersedia sebenarnya
merupakan peluang dan ancaman bagi pencari informasi tersebut,karena tidak
semua infromasi yang ada adalah informasi yang berkualitas,valid dan reliable,
dibutuhkan peran penyaring informasi yang mampu memberikan informasi yang bermutu dan tepat.
Dampak
internet terhadap layanan di perpustakaan terutama layanan referensi sangatlah
berpengaruh dan besar manfaatnya terhadap pustakawan maupun pemustaka. Karena
di jaman yang serba modern dan cepat ini para pustakawan haruslah menjadi
sumber pengolah informasi yang tidak kalah canggihnya dengan moderenisasi yang
ada. Oleh karena itu seorang pustakawan juga harus mampu mengetahui benar apa
saja yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.
B.
Rumusan
Masalah
Dari
penjabaran tersebut penulis menenukan masalah yang terjadi di perpustakaaan
layanan referensi yaitu Bagaimana dampak internet terhadap layanan refernsi
yang terjadi di perpustakaan perguruan tinggi?
C.
Kajian
Teori
Reference and User Services
Association melalui keputusan
konvensinya memberikan definisi dan ruang lingkup kerja layanan referensi.
Definisi layanan referensi adalah kegiatan konsultasi informasi di mana staf
pustakawan merekomendasikan, mengiterpretasikan, mengevaluasi, serta
menggunakan sumber daya informasi untuk membantu pemustaka memenuhi kebutuhan
informasinya. Sedangkan ruang lingkup pekerjaan layanan referensi mencakup
transaksi referensi dan kegiatan lain yang melibatkan penciptaan dan
pengelolaan sumber daya informasi meliputi pengembangan dan pemeliharaan
koleksi referensi, system temu kembali informasi, database, website, mesin
pencari, dan lain-lain, agar dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh pemustaka
untuk memenuhi kebutuhan informasinya, ruang likup pekerjaan selanjutnya adalah
kegiatan penilaian yang mencakup penilaian dan evaluasi kegiatan referensi,
sumber daya, dan jasa/ layanan (RUSA: 2008).
Pengertian menurut seorang
pakar internet asal Indonesia, Onno W. Purbo menjelaskan bahwa Internet dengan berbagai
aplikasinya seperti Web, VoIP, E-mail pada dasarnya merupakan media yang
digunakan untuk mengefesiensikan proses komunikasi.
Perpustakaan perguruan tinggi adalah
perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun
lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu
perguruan tinggi mencapai tujuannya yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi
(pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.(Sulistyo-Basuki:1991).
D.
Pembahasan
Pada
umumnya internet sebagai penunjang guna pelayanan informasi berarti
perpustakaan tersebut haruslah termasuk perpustakaan digital terlebih dahulu
atau minimal menggunakan automasi perpustakaan. Karena perpustakaan yang
menggunakan internet sebagai penunjang layanan sehari-hari sudah bisa dikatakan
sebagai perpustakaan digital. Perpustakaan digital yang baik menggunakan konsep
Library 2.0 dimana konsep ini
mengadanya hubungan timbal balik antara pemustaka dan pustakawan, berkembangnya teknologi web 2.0 dapat dimanfaatkan oleh layanan referensi untuk menyajikan
layanan digitalnya menjadi lebih personal dan interaktif. Teknologi web 2.0 merupakan teknologi wesite yang
memungkinkan terjadinya interaksi dua arah antar pengguna website (Casey:
2007).
Menurut
Chowdhury (2009) menjelaskan ada tiga ketegori besar referensi dengan internet:
1.
Referensi dan informasi layanan dari
penerbit, database pencarian layanan, dan lembaga-lembaga khusus.
2.
layanan referensi yang diberikan oleh
perpustakaan dan / atau ahli melalui Internet
3.
layanan referensi dan informasi di mana
pengguna perlu untuk melakukan pencarian dan mencari informasi melalui Web.
Pelayanan
terbaik di perpustakaan bisa diberikan dengan mengandalkan koneksi internet,
seperti:
1. Digital Reference
Menggunakan
internet juga bisa menjadikan layanan referensi tidak memerlukan tatap muka,
bisa saja perpustakaan tersebut menyediakan kontak khusus jika ingin menanyakan
seputar koleksi atau ingin mengetahui sumber informasi yang bisa didapat
diperpustakaan. Wasik (2009) menjelaskan bahwa layanan referensi digital adalah
layanan tanya-jawab berbasis internet yang menghubungkan pengguna dengan para
ahli di berbagai bidang studi. Selain menjawab pertanyaan, ahli juga dapat
menyediakan pengguna dengan rujukan ke lain online
dan cetak sumber-sumber informasi. Sedangkan mnurut Breeding (2001) memberikan
rekomendasi fitur pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan layanan
referensi tanpa harus tatap muka yaitu
·
Online
Chat
atau instan messaging, Online chat saat ini sudah sangat
popular di kalangan anak muda terutama mahasiswa. Hal ini bisa dimanfaatkan
untuk layanan referensi informasi bagi pengunjung untuk melakukan tanya jawab
langsung kepada pustakawan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Tetapi sebaiknya
Online chat tidak digunakan untuk
menanyakan pertanyaan jenis research
question.
·
E-mail,
penggunaan e-mail ini sangat membantu jika pertanyaan research question atau
yang belum bisa dijawab pustakawan karena membutuhkan waktu yang lama, e-mail
bisa digunakan untuk mengirimkan jawaban yang dicari oleh pemustaka.
·
Co-Browsing,
layanan ini bisa diberikan dengan memanfaatkan online messaging atau e-mail.
Pustakawan bisa mengarahkan pengguna dalam pencarian informasi via web.
2. OPAC
(Online Public Acess Cataloging)
Layanan
referensi mengunakan internet sebagai salah satu cara untuk pencarian memanglah
menguntungkan baik bagi pemustaka maupun pustakawan itu sendiri, menggunakan
internet bisa mempercepat pencarian, menghemat waktu serta biaya
3. E-Journal
Selain pencarian OPAC,
untuk jenis pertanyaan research questions bisa dicari menggunakan portal jurnal
atau e-journal. Melakukan pencarian
dengan jurnal selain bisa mendapatkan sumber yang terpercaya bisa juga
memperkaya bahan penelitian bagi pemustaka. Jurnal juga mempunyai nilai
informasi yang tinggi, karena itu memanfaatkan e-journal untuk kebutuhan informasi sangat disarankan selain mudah
didapat, murah dan pemanfaatannya jangka panjang.
Mencari
informasi di internet memang mudah tapi pada kenyataannya sulit karena di era
sekarang ini telah terjadi ledakan informasi dimana banyaknya informasi yang
datang menyebabkan kebingungan dalam pencarian informasi yang relevan dan
sesuai dengan kenyataan yang terjadi dan tidak mengada-ada. Borgman pun
menambahkan kegiatan belajar berbasis web sering melibatkan informasi mencari
tugas, seperti lingkungan berbasis web
yang terhubung dengan situs informasi di seluruh dunia. Namun, tampaknya sulit
bagi pengguna internet pemula untuk mencari informasi secara efektif dan efisien
(Borgman 1989: Jung-tsai 2003)
Untuk
itu pustakawan juga harus jeli dalam melakukan pencarian menggunakan internet.
Adapun informasi yang baik itu jika: (1) Relevan, (2) Up to date, (3) Jelas,
(4) Dapat dipercaya. Jika informasi yang didapat sesuai dengan criteria
tersebut maka informasi tersebut sangatlah membantu pengguna, serta tidak akan
menjadikan pengguna bingung dengan informasi yang banyak tetapi tidak sesuai.
Berikut hal-hal yang bisa dilakukan dalam strategi pencarian dengan internet.
a. Mengoptimalisasikan
mesin pencari yang ada
Menggunakan
mesin pencari yang ada, banyak mesin pencari dengan fasilitas-fasiltas yang
bisa dibilang sangat membantu dalam pencarian karena hasilnya yang relevan.
Contoh mesin pencari yaitu google, yahoo!search, altavista dsb. Pada mesin
pencari google misalnya, banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pencarian
seperti: (1). Google book, (2). Google scholary, (3). Google image. Melalui
fitur-fitur tersebut pencarian akan lebih mudah.
b. Mengetahui
jenis-jenis file
Supaya
pencarian tidak menjadi sia-sia maka pustakawan harus mengetahui jenis-jenis
file dokumen yang dibutuhkan agar sesuai dengan keinginan pemustaka. Karena
tidak jarang di internet ada banyak jenis file dokumen namun tidak sesuai
dengan yang ingin didapat.
c. Menentukan
kata kunci pencarian
Menentukan
kata kunci menjadi sangat penting karena jika kata kunci yang dimasukkan salah
bisa saja hasil pencarian tidak seperti yang diinginkan dan hasil yang didapat
nantinya menjadi tidak relevan, mengutip tulisan (Chowdhury, 1999) tentang
pencarian terpasang (online) mempunyai tahap-tahap sebagai berikut :
1. Pelajari
topik yang akan dicari sampai paham, apa sebenarnya yang diperlukan oleh
pemustaka.
2. Dapatkan
akses ke sebuah jasa informasi terpasang
3. Mendaftar
(log on) ke penyedia jasa yang dilanggan
4. Memilih
pangkalan data yang sesuai dengan kebutuhan pencari informasi
5. Merumuskan
pertanyaan untuk memulai pencarian informasi
6. Memilih
format tampilan
7. Merumuskan
kembali pertanyaan, jika diperlukan
8. Menetapkan
modus pengiriman hasil pencarian
d.
Menggunakan fasilitas pencarian
Menggunakan
fasiltas pencarian akan mempercepat dan mempermudah pencarian karena hasil
pencarian nantinya akan lebih sedikit dan lebih relevan. Ada banyak fasilitas
pencarian yang, bisa digunakan, yaitu:
1. Logika
Boolean
Logika
Boolean masih jarang digunakan oleh para pencari informasi karena ketidaktahuan
mereka tentang logika Boolean tersebut. Logika Boolean ada AND, OR, NOT yang
memfokuskan atau memperluas kata kunci pencarian.
2. Pembatasan
field
Pembatasan
field ini bisa digunakan untuk pencarian jenis file yang kita inginkan, dan
hanya file tersebut yang akan muncul nantinya di halaman search engine.
Contohnya .pdf, .xml, .img, .pptx, .doc dsb.
3. Langsung
ke alamat situs
Menuju
langsung ke alamat situs akan mempercepat pencarian karena pencarian sudah
benar-benar terarah.
4. Memanfaatkan
basic search dan advance search
Dengan
menggunakan basic atau advance search pencarian akan terbantu
karena adanya fitur-fitur untuk mengerucutkan hasil pencarian.
Pustakawan dapat menggunakan
internet dalam memberikan pelayanan referensi kepada pelanggan. Namun,
pustakawan harus menggunakan internet secara cermat agar layanan yang diberikan
tepat. Internet memiliki dampak positif dan negatif pada layanan referensi di
perpustakaan. Menurut Mardiati (2014), dampak positifnya adalah up to date,
waktu pencarian lebih cepat, akses yang luas, penyebaran informasi lebih mudah
dan dampak negatfnya adalah informasi yang salah atau tidak akurat, banyak
pengguna menggunakan secara manual, dan information loaded.
Positif:
- Up to date: Dengan adanya internet, maka pustakawan dapat memberikan informasi yang update kepada pengguna.
- Waktu pencarian lebih cepat: Dengan adanya internet, pustakawaan dapat mencari yang dibutuhkan dengan memasukkan kata-kata ke dalam kolom search sehingga informasi yang dibutuhkan lebih cepat.
- Akses yag luas: Pengguna yang ingin menggunakan layanan referensi dapat mengkasesnya dari mana saja, kapan saja, dan berbagai media sehingga pengguna tidak harus pergi ke perpustakaan.
- Penyebaran informasi lebih mudah: Pustakawan dapat meng-up date jasa/informasi layanan referens dengan mudah seperti melalui website perpustakaan, media social (Twitter, Facebook, dan sebagainya) sehingga pengguna dapat mengetahui informasi tersebut dengan cepat.
- Murah: Baik pustakawan maupun pengguna dapat mendapatkan iformasi dengan murah karena tidak harus membeli informasi tersebut dan hanya membayar akses layanan internet. Namun, ada beberapa informasi yang berbayar seperti jurnal.
Negatif:
- Informasi yang salah atau tidak akurat: Dengan adanya internet, informasi dapat disebar dengan cepat dan siapapun dapat melakukannya.namun, informasi yang tersebar tersebut tidak semuanya benar dan akurat, sehingga pustakawan dalam memberikan layanan referensi harus dengan cermat memilih informasi yang tepat bagi pengguna.
- Banyak pengguna menggunakan secara manual: Dengan adanya internet, pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan referensi yang disediakan oleh perpustakaan sehingga ada kecenderungan pengguna lebih memilih menggunakan layanan melalui internet daripada mengunjungi perpustakaan. Oleh sebab itu, pustakawan harus inovatif dan kreatif agar pengguna tetap tertarik. Selain itu, pustakawan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan pengguna secara tepat daripada menelusurnya dari internet.
- Information loaded: Dengan internet, informasi yang ingin dicari dapat dengan mudah didapatkan sehingga informasi yang diterima banyak. Namun, dari semua yang didapatkan, tidak semua informasi yang dibutuhkan tepat, akurat, dan relevan. Hal tersebut membuat pustakawan harus cermat dalam mencari informasi tersebut.
E.
Kesimpulan
Internet
sebagai salah satu sarana pencarian saat
ini harus sudah mulai dioptimalkan penggunaannya, karena akan sangat
membantu pustakawan referensi dalam melakukan pencarian. Namun juga harus
diingat bahwa internet juga terdapat banyak informasi yang tidak sesuai dengan
kebutuhan pemustaka, karena itu seorang pustakawan referensi di tuntut untuk
menjadi seorang pribadi yang kreatif dalam mengaplikasian internet supaya
nantinya internet bisa membantu bukan justru menyulitkan pustakawan itu
sendiri.
Melakukan
pencarian menggunakan internet memang mudah tapi sulit, untuk itu pustakawan
referensi harus mampu meyakinkan pemustaka bahwa informasi yang dicarinya itu
bisa ditemukan di internet, dan seorang pustakawan juga harus bisa
memilah-milah mana informasi yang sesuai dan tidak untuk pemustakanya.
DAFTAR PUSTAKA
Batubara,
Loly. (2010, 02 Juni). Analasis Layanan Referensi di Perpustakaan Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. http://leuwiliang-bogor.blogspot.com/2010/06/analasis-layanan-referensi-di.html. Diakses 5 Januari 2015
Breeding, M 2001,
'Providing Virtual Reference Service', Information Today, 18, 4, p.
42, Academic Search Complete, EBSCOhost,
Casey, Michael E.,
& Savastinuk, Laura C. (2007). Library 2.0: a Guide to Participatory
Library Service. New Jersey:
Information Today.
Chowdhury, GG 2009,
'SKILLS -- STRUCTURING KNOWLEDGE AND INFORMATION FOR LEARNING AND LIVING OF
STUDENTS IN AUSTRALIAN UNIVERSITIES', Australian Academic &
Research Libraries, 40, 2, pp. 132-145, Library, Information Science &
Technology Abstracts, EBSCOhost, viewed 5 Januari 2015.
Chowdhury, GG 2001, 'Digital libraries and reference', journal of
documentation, vol 58, no. 3, pp. 258-262, Emerald Insight, viewed 5
Januari 2015
Meng, Tsai, M- & Tsai, C-J 2003, 'Information Searching Strategies in
Web-Based', Innovations in Education and Teaching International, pp.
43-45, Eric Digest, viewed 5 Januari 2015.
Prasetyawan,Yanuar 2012.Yoga. Wajah
Masa Depan layanan Referensi pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di
Indonesia.Librarian vol.2,No.1.hal.63-76.
Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu
Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wasik, JM 1999, 'Building and Maintaining Digital
Reference', pp. 1-2, Eric Digest, viewed
5 Januari 2015
WEB
http://crown-sharp.blogspot.com/2013/11/pengertian-internet-lengkap.html. diakses 5 Januari 2015
http://ditaoktaviahaerudin.blogspot.com/2014/05/dampak-internet-terhadap-pelayanan_12.html. Diakses 5 Januari 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar