Senin, 11 Januari 2016

dampak internet terhadap pelayanan referensi




DAMPAK INTERNET BAGI PELAYANAN REFERENSI
DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

A.    Latar Belakang
Berkembangnya dunia teknologi dan komunikasi menggiring perubahan pada semua aspek kehidupan manusia dalam beraktifitas dan berinteraksi, tidak terkecuali perpustakaan. Inovasi dalam dunia teknologi dan komunikasi telah merubah cara perpustakaan melayankan jasa kepada komunitas penggunanya. Perubahan cara pelayanan dilakukan perpustakaan untuk mengimbangi dan menyesuaikan perubahan perilaku pencarian informasi komunitas penggunanya.Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perpustakaan perguruan tinggi mempunyai peran krusial bagi civitas akademika perguruan tinggi tersebut, yaitu sebagai pusat belajar dan pembelajaran, pusat penelitian, pusat sumber informasi, pusat penyebaran informasi dan pengetahuan, serta pusat pelestarian ilmu pengetauan (Yuven: 2010). Ada beberapa macam layanan yang ada di perpustakaan perguruab tinggi disini penilis menekankan pada pelayanan referensi yang ada di perpustakaan.
Layanan referensi yang diberikan pustakawan terutama di perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi haruslah layanan yang prima, internet sangat membantu pustakawan referensi dalam pencarian informasi, internet seperti yang kita ketahui bahwa memiliki informasi yang sangat banyak dan luas, cakupan informasi yang sangat luas itulah yang harus diwaspadai pustakawan untuk mencarikan sumber informasi yang relevan bagi pemustaka internet bisa digunakan untuk menyambungkan pengunjung ke sistem katalog online perpustaakan tersebut atau bisa juga mengunjungi laman-laman yang berisi informasi yang relevan, seperti contohnya portal jurnal atau e-journal, laman web yang terpercaya dengan alamat .edu, .org, .dev, dll.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, berkembang pula internet. Dengan internet, informasi yang dihasilkan semakin mudah disebar maupun didapatkan. Selain itu, internet juga berperan dagi layanan referensi di perpustakaan. Menurut Davinson (1980), layanan referensi dan informasi adalah aktifitas yang dilakukan oleh para pustakawan dan staf dari perpustakaan-perpustakaan referensi, dengan menggunakan buku-buku dan bahan-bahan pustaka lainnya yang mereka miliki untuk tujuan berbeda dari bahan-bahan yang disediakan untuk bacaan di rumah atau pemakaian di luar perpustakaan.
Pesatnya laju teknologi yang terjadi di dalam komunikasi dan informasi mengakibatkan dinamika gelombang arus informasi yang semakin deras dan membesar setiap waktu informasi terus berkembang dan bertambah hal ini dikarenakan kemudahan akses informasi dari manapun dan kapanpun dengan bantuan alat teknologi informasi komunikasi. Namun kemudian akses informasi serta bnyaknya informasi yang tersedia sebenarnya merupakan peluang dan ancaman bagi pencari informasi tersebut,karena tidak semua infromasi yang ada adalah informasi yang berkualitas,valid dan reliable, dibutuhkan peran penyaring informasi yang mampu memberikan informasi  yang bermutu dan tepat.
Dampak internet terhadap layanan di perpustakaan terutama layanan referensi sangatlah berpengaruh dan besar manfaatnya terhadap pustakawan maupun pemustaka. Karena di jaman yang serba modern dan cepat ini para pustakawan haruslah menjadi sumber pengolah informasi yang tidak kalah canggihnya dengan moderenisasi yang ada. Oleh karena itu seorang pustakawan juga harus mampu mengetahui benar apa saja yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.
B.     Rumusan Masalah
Dari penjabaran tersebut penulis menenukan masalah yang terjadi di perpustakaaan layanan referensi yaitu Bagaimana dampak internet terhadap layanan refernsi yang terjadi di perpustakaan perguruan tinggi?
C.    Kajian Teori
Reference and User Services Association melalui keputusan konvensinya memberikan definisi dan ruang lingkup kerja layanan referensi. Definisi layanan referensi adalah kegiatan konsultasi informasi di mana staf pustakawan merekomendasikan, mengiterpretasikan, mengevaluasi, serta menggunakan sumber daya informasi untuk membantu pemustaka memenuhi kebutuhan informasinya. Sedangkan ruang lingkup pekerjaan layanan referensi mencakup transaksi referensi dan kegiatan lain yang melibatkan penciptaan dan pengelolaan sumber daya informasi meliputi pengembangan dan pemeliharaan koleksi referensi, system temu kembali informasi, database, website, mesin pencari, dan lain-lain, agar dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh pemustaka untuk memenuhi kebutuhan informasinya, ruang likup pekerjaan selanjutnya adalah kegiatan penilaian yang mencakup penilaian dan evaluasi kegiatan referensi, sumber daya, dan jasa/ layanan (RUSA: 2008).
Pengertian menurut seorang pakar internet asal Indonesia, Onno W. Purbo menjelaskan bahwa Internet dengan berbagai aplikasinya seperti  Web, VoIP, E-mail pada dasarnya merupakan media yang digunakan untuk mengefesiensikan proses komunikasi.
Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.(Sulistyo-Basuki:1991).
D.    Pembahasan
Pada umumnya internet sebagai penunjang guna pelayanan informasi berarti perpustakaan tersebut haruslah termasuk perpustakaan digital terlebih dahulu atau minimal menggunakan automasi perpustakaan. Karena perpustakaan yang menggunakan internet sebagai penunjang layanan sehari-hari sudah bisa dikatakan sebagai perpustakaan digital. Perpustakaan digital yang baik menggunakan konsep Library 2.0 dimana konsep ini mengadanya hubungan timbal balik antara pemustaka dan pustakawan,  berkembangnya teknologi web 2.0 dapat dimanfaatkan oleh layanan referensi untuk menyajikan layanan digitalnya menjadi lebih personal dan interaktif. Teknologi web 2.0 merupakan teknologi wesite yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah antar pengguna website (Casey: 2007).
Menurut Chowdhury (2009) menjelaskan ada tiga ketegori besar referensi dengan internet:
1.      Referensi dan informasi layanan dari penerbit, database pencarian layanan, dan lembaga-lembaga khusus.
2.      layanan referensi yang diberikan oleh perpustakaan dan / atau ahli melalui Internet
3.      layanan referensi dan informasi di mana pengguna perlu untuk melakukan pencarian dan mencari informasi melalui Web.
Pelayanan terbaik di perpustakaan bisa diberikan dengan mengandalkan koneksi internet, seperti:
1.      Digital Reference
Menggunakan internet juga bisa menjadikan layanan referensi tidak memerlukan tatap muka, bisa saja perpustakaan tersebut menyediakan kontak khusus jika ingin menanyakan seputar koleksi atau ingin mengetahui sumber informasi yang bisa didapat diperpustakaan. Wasik (2009) menjelaskan bahwa layanan referensi digital adalah layanan tanya-jawab berbasis internet yang menghubungkan pengguna dengan para ahli di berbagai bidang studi. Selain menjawab pertanyaan, ahli juga dapat menyediakan pengguna dengan rujukan ke lain online dan cetak sumber-sumber informasi. Sedangkan mnurut Breeding (2001) memberikan rekomendasi fitur pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan layanan referensi tanpa harus tatap muka yaitu
·         Online Chat atau instan messaging, Online chat saat ini sudah sangat popular di kalangan anak muda terutama mahasiswa. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk layanan referensi informasi bagi pengunjung untuk melakukan tanya jawab langsung kepada pustakawan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Tetapi sebaiknya Online chat tidak digunakan untuk menanyakan pertanyaan jenis research question.
·         E-mail, penggunaan e-mail ini sangat membantu jika pertanyaan research question atau yang belum bisa dijawab pustakawan karena membutuhkan waktu yang lama, e-mail bisa digunakan untuk mengirimkan jawaban yang dicari oleh pemustaka.
·         Co-Browsing, layanan ini bisa diberikan dengan memanfaatkan online messaging atau e-mail. Pustakawan bisa mengarahkan pengguna dalam pencarian informasi via web.
2.      OPAC (Online Public Acess Cataloging)
Layanan referensi mengunakan internet sebagai salah satu cara untuk pencarian memanglah menguntungkan baik bagi pemustaka maupun pustakawan itu sendiri, menggunakan internet bisa mempercepat pencarian, menghemat waktu serta biaya
3.      E-Journal
Selain pencarian OPAC, untuk jenis pertanyaan research questions bisa dicari menggunakan portal jurnal atau e-journal. Melakukan pencarian dengan jurnal selain bisa mendapatkan sumber yang terpercaya bisa juga memperkaya bahan penelitian bagi pemustaka. Jurnal juga mempunyai nilai informasi yang tinggi, karena itu memanfaatkan e-journal untuk kebutuhan informasi sangat disarankan selain mudah didapat, murah dan pemanfaatannya jangka panjang.
Mencari informasi di internet memang mudah tapi pada kenyataannya sulit karena di era sekarang ini telah terjadi ledakan informasi dimana banyaknya informasi yang datang menyebabkan kebingungan dalam pencarian informasi yang relevan dan sesuai dengan kenyataan yang terjadi dan tidak mengada-ada. Borgman pun menambahkan kegiatan belajar berbasis web sering melibatkan informasi mencari tugas, seperti lingkungan berbasis web yang terhubung dengan situs informasi di seluruh dunia. Namun, tampaknya sulit bagi pengguna internet pemula untuk mencari informasi secara efektif dan efisien (Borgman 1989: Jung-tsai 2003)
Untuk itu pustakawan juga harus jeli dalam melakukan pencarian menggunakan internet. Adapun informasi yang baik itu jika: (1) Relevan, (2) Up to date, (3) Jelas, (4) Dapat dipercaya. Jika informasi yang didapat sesuai dengan criteria tersebut maka informasi tersebut sangatlah membantu pengguna, serta tidak akan menjadikan pengguna bingung dengan informasi yang banyak tetapi tidak sesuai. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan dalam strategi pencarian dengan internet.
a.       Mengoptimalisasikan mesin pencari yang ada
Menggunakan mesin pencari yang ada, banyak mesin pencari dengan fasilitas-fasiltas yang bisa dibilang sangat membantu dalam pencarian karena hasilnya yang relevan. Contoh mesin pencari yaitu google, yahoo!search, altavista dsb. Pada mesin pencari google misalnya, banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pencarian seperti: (1). Google book, (2). Google scholary, (3). Google image. Melalui fitur-fitur tersebut pencarian akan lebih mudah.
b.      Mengetahui jenis-jenis file
Supaya pencarian tidak menjadi sia-sia maka pustakawan harus mengetahui jenis-jenis file dokumen yang dibutuhkan agar sesuai dengan keinginan pemustaka. Karena tidak jarang di internet ada banyak jenis file dokumen namun tidak sesuai dengan yang ingin didapat.
c.       Menentukan kata kunci pencarian
Menentukan kata kunci menjadi sangat penting karena jika kata kunci yang dimasukkan salah bisa saja hasil pencarian tidak seperti yang diinginkan dan hasil yang didapat nantinya menjadi tidak relevan, mengutip tulisan (Chowdhury, 1999) tentang pencarian terpasang (online) mempunyai tahap-tahap sebagai berikut :
1.      Pelajari topik yang akan dicari sampai paham, apa sebenarnya yang diperlukan oleh pemustaka.
2.      Dapatkan akses ke sebuah jasa informasi terpasang
3.      Mendaftar (log on) ke penyedia jasa yang dilanggan
4.      Memilih pangkalan data yang sesuai dengan kebutuhan pencari informasi
5.      Merumuskan pertanyaan untuk memulai pencarian informasi
6.      Memilih format tampilan
7.      Merumuskan kembali pertanyaan, jika diperlukan
8.      Menetapkan modus pengiriman hasil pencarian
d.      Menggunakan fasilitas pencarian
Menggunakan fasiltas pencarian akan mempercepat dan mempermudah pencarian karena hasil pencarian nantinya akan lebih sedikit dan lebih relevan. Ada banyak fasilitas pencarian yang, bisa digunakan, yaitu:
1.      Logika Boolean
Logika Boolean masih jarang digunakan oleh para pencari informasi karena ketidaktahuan mereka tentang logika Boolean tersebut. Logika Boolean ada AND, OR, NOT yang memfokuskan atau memperluas kata kunci pencarian.
2.      Pembatasan field
Pembatasan field ini bisa digunakan untuk pencarian jenis file yang kita inginkan, dan hanya file tersebut yang akan muncul nantinya di halaman search engine. Contohnya .pdf, .xml, .img, .pptx, .doc dsb.
3.      Langsung ke alamat situs
Menuju langsung ke alamat situs akan mempercepat pencarian karena pencarian sudah benar-benar terarah.
4.      Memanfaatkan basic search dan advance search
Dengan menggunakan basic atau advance search pencarian akan terbantu karena adanya fitur-fitur untuk mengerucutkan hasil pencarian.
Pustakawan dapat menggunakan internet dalam memberikan pelayanan referensi kepada pelanggan. Namun, pustakawan harus menggunakan internet secara cermat agar layanan yang diberikan tepat. Internet memiliki dampak positif dan negatif pada layanan referensi di perpustakaan. Menurut Mardiati (2014), dampak positifnya adalah up to date, waktu pencarian lebih cepat, akses yang luas, penyebaran informasi lebih mudah dan dampak negatfnya adalah informasi yang salah atau tidak akurat, banyak pengguna menggunakan secara manual, dan information loaded.
Positif:
  1. Up to date: Dengan adanya internet, maka pustakawan dapat memberikan informasi yang update kepada pengguna.
  2. Waktu pencarian lebih cepat: Dengan adanya internet, pustakawaan dapat mencari yang dibutuhkan dengan memasukkan kata-kata ke dalam kolom search sehingga informasi yang dibutuhkan lebih cepat.
  3. Akses yag luas: Pengguna yang ingin menggunakan layanan referensi dapat mengkasesnya dari mana saja, kapan saja, dan berbagai media sehingga pengguna tidak harus pergi ke perpustakaan.
  4. Penyebaran informasi lebih mudah: Pustakawan dapat meng-up date jasa/informasi layanan referens dengan mudah seperti melalui website perpustakaan, media social (Twitter, Facebook, dan sebagainya) sehingga pengguna dapat mengetahui informasi tersebut dengan cepat.
  5. Murah: Baik pustakawan maupun pengguna dapat mendapatkan iformasi dengan murah karena tidak harus membeli informasi tersebut dan hanya membayar akses layanan internet. Namun, ada beberapa informasi yang berbayar seperti jurnal.
Negatif:
  1. Informasi yang salah atau tidak akurat: Dengan adanya internet, informasi dapat disebar dengan cepat dan siapapun dapat melakukannya.namun, informasi yang tersebar tersebut tidak semuanya benar dan akurat, sehingga pustakawan dalam memberikan layanan referensi harus dengan cermat memilih informasi yang tepat bagi pengguna.
  2. Banyak pengguna menggunakan secara manual: Dengan adanya internet, pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan referensi yang disediakan oleh perpustakaan sehingga ada kecenderungan pengguna lebih memilih menggunakan layanan melalui internet daripada mengunjungi perpustakaan. Oleh sebab itu, pustakawan harus inovatif dan kreatif agar pengguna tetap tertarik. Selain itu, pustakawan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan pengguna secara tepat daripada menelusurnya dari internet.
  3. Information loaded: Dengan internet, informasi yang ingin dicari dapat dengan mudah didapatkan sehingga informasi yang diterima banyak. Namun, dari semua yang didapatkan, tidak semua informasi yang dibutuhkan tepat, akurat, dan relevan. Hal tersebut membuat pustakawan harus cermat dalam mencari informasi tersebut.
E.     Kesimpulan
Internet sebagai salah satu sarana pencarian saat  ini harus sudah mulai dioptimalkan penggunaannya, karena akan sangat membantu pustakawan referensi dalam melakukan pencarian. Namun juga harus diingat bahwa internet juga terdapat banyak informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka, karena itu seorang pustakawan referensi di tuntut untuk menjadi seorang pribadi yang kreatif dalam mengaplikasian internet supaya nantinya internet bisa membantu bukan justru menyulitkan pustakawan itu sendiri.
Melakukan pencarian menggunakan internet memang mudah tapi sulit, untuk itu pustakawan referensi harus mampu meyakinkan pemustaka bahwa informasi yang dicarinya itu bisa ditemukan di internet, dan seorang pustakawan juga harus bisa memilah-milah mana informasi yang sesuai dan tidak untuk pemustakanya.



DAFTAR PUSTAKA
Batubara, Loly. (2010, 02 Juni). Analasis Layanan Referensi di Perpustakaan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. http://leuwiliang-bogor.blogspot.com/2010/06/analasis-layanan-referensi-di.html. Diakses 5 Januari 2015
Breeding, M 2001, 'Providing Virtual Reference Service', Information Today, 18, 4, p. 42, Academic Search Complete, EBSCOhost,
Casey, Michael E., & Savastinuk, Laura C. (2007). Library 2.0: a Guide to Participatory
Library Service. New Jersey: Information Today.
Chowdhury, GG 2009, 'SKILLS -- STRUCTURING KNOWLEDGE AND INFORMATION FOR LEARNING AND LIVING OF STUDENTS IN AUSTRALIAN UNIVERSITIES', Australian Academic & Research Libraries, 40, 2, pp. 132-145, Library, Information Science & Technology Abstracts, EBSCOhost, viewed 5 Januari  2015.
Chowdhury, GG 2001, 'Digital libraries and reference', journal of documentation, vol 58, no. 3, pp. 258-262, Emerald Insight, viewed 5 Januari 2015
Meng, Tsai, M- & Tsai, C-J 2003, 'Information Searching Strategies in Web-Based', Innovations in Education and Teaching International, pp. 43-45, Eric Digest, viewed 5 Januari 2015.
Prasetyawan,Yanuar 2012.Yoga. Wajah Masa Depan layanan Referensi pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia.Librarian vol.2,No.1.hal.63-76.
Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wasik, JM 1999, 'Building and Maintaining Digital Reference',  pp. 1-2, Eric Digest, viewed
5 Januari 2015
WEB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar