Selasa, 15 Desember 2015

Konsep KM Perpustakaan



PENERAPAN KONSEP KNOWLEDGE MANAGEMENT (KM)
DI PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT BELAJAR
A. Latar Belakang
Knowledge Management seakan menjadi tantangan baru dan ancaman bagi para pustakawan karena perannya tak jauh beda dengan definisi-definisi yang masih berproses ilmiah. Fenomena ini merupakan hal baru dalam institusi perpustakaan dimana beberapa tahun terakhir ini banyak dibicarakan perkembangan yang mnurut sebagian orang merupakan konsep baru.
Pada era globalisasi ini masalah utama yang di hadapi bangsa kita, khususnya dalam bidang pendidikan adalah rendahnya tingkat kualitas sumberdaya manusia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah mengembangkan minat baca dan kebiasaan membaca. Perpustakaan yang mempunyai fungsi sebagai pusat informasi dan ilmu pengetahuan mempunyai peranan besar terhadap peningkatan dan pengembangan minat dan kegemaran membaca.
 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi sekarang ini berjalan begitu cepat. Kemampuan akan dua hal tersebut menjadi salah satu daya saing yang sangat pernting. Ketika suatu institusi atau lembaga terutama yang bergerak dalam bidang pendidikan yang ingin meningkatkan kualitasnya,maka dibutuhkan tingkat pengetahuan yang sangat luas pada setiap sumber daya manusia (SDM) yang ada sehingga mampu untuk berkompetensi dan menunjukkan eksistensinya.
Proses siklus perputaran knowledge sangat cepat sekali, apalagi didukung dengan teknologi informasi seperti internet-platform kolaborasi untuk transfer tacit knowledge, digital library untuk management explicit knowledge dan kemampuan analisis dalam mengolah data menjadi knowledge menjadi terasa sebagai sebuah kesatuan terpadu dibantu teknologi informasi yang berfokus pada konsep knowledge management[1].
Kemajuan teknologi informasi menjanjikan kemudahan dalam knowledge management terutama bagi lembaga dalam bidang pengelolaan informasi secara elektronis termasuk perpustakaan. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi (information provider) harus berjalan seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan kebutuhan informasi pemustaka.
Teknologi internet merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari membuat pada perilaku masyarakat pencari informasi menjalani banyak perubahan. Sumber daya elektronik yang tersedia melalui internet menjadi sasaran pertama bagi para pencari informasi. Perpustakaan tradisional merupakan penyedia utama sumber daya informasi dihadapkan pada tantangan baru untuk menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu serta berasal dari banyak sumber. Pustakawan dituntut sebagai subyek yang dapat memberdayakan pengetahuan untuk diterapkan di lingkungan perpustakaan.
Suatu organisasi ketika ingin mencapai visi dan misi harus mengeloal perpustakaan yang dimilikinga dengan baik agar dapat bersaing dengan organisasi yang lain. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan konsep managemen pengetahuan atau knowledge management pada organisasi tersebut. Tidak terkecuali pada perpustakaan sebagai institusi maka untuk menghadapi persaingan dan tuntutan yang semakin tinggi memerlukan penerapan manajemen pengetahuan agar dapat menjawab setiap tuntutan tugas layanan.
B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan tulisan yang dikemukakan di atas ada beberapa fenomena tentang manajemen pengetahuan, penulis mencoba mengesploitasi Bagaimana penerapan manajemen pengetahuan di perpustakaan?
C. Tujuan dan Manfaat
1.      Membuktikan bahwa manajemen pengetahuan sangat memberikan dampak yang besar dalam penyebarluasan informasi pengetahuan.
2.      Memaksimalkan sejauh mana konsep knowledge management dapat diterapkan dalam perpustakaan
D. Pembahasan
Pemahaman konsep pengetahuan dan informasi menimbulkan berbagai penafsiran berbeda-beda. Para ahli dibidang informasi menyebutkan bahwa informasi adalah pengetahuan yang disajikan kepada seseorang dalam bentuk yang dapat dipahami; atau data yang telah diproses atau ditata untuk menyajikan fakta yang mengandung arti. Sedangkan pengetahuan berasal dari informasi yang relevan yang diserap dan dipadukan dalam pikiran seseorang. Sedangkan pengetahuan berkaitan dengan apa yang diketahui dan dipahami oleh seseorang. Informasi cenderung nyata, sedangkan pengetahuan adalah informasi yang diinterpretasikan dan diintegrasikan[2].
Menurut Laudon manajemen pengetahuan berfungsi meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan ke dalam proses bisnis.  Manajemen pengetahuan adalah serangkaian proses yang dikembangkan dalam suatu organisasi untuk menciptakan, mengumpulkan, memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan organisasi tersebut[3].
Penerapan KM ke dalam sistem perpustakaan perguruan tinggi dilakukan sebagai salah satu upaya menerapkan dan meningkatkan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi pustakawan. Dalam hal ini utamanya adalah sebagai unit penunjang kegiatan perkuliahan bagi civitas akademika (dosen dan mahasiswa) dalam mendukung terciptanya Tridarma Perguruan Tinggi. Keberadaan perpustakaan perguruan tinggi sebagai lembaga yang mendukung dalam proses pembelajaran sangat penting. Hal ini tidak bisa lepas dengan fungsi perpustakaan Sulistyo-Basuki (1993) yaitu :
·       Merekam pengetahuan, perpustakaan sebagai tempat untuk mengakumulasi rekaman pengetahuan manusia pada jamannya. Dengan tujuan untuk mengingat dan menyampaikan pengetahuan. Dengan adanya akumulasi pengetahuan muncul peluang untuk melakukan penelitian.
·       Perpustakaan mempunyai fungsi pendidikan dan penelitian. Hasil pendidikan dan penelitian ditulis dalam bentuk buku, artikel dan sebagainya, kemudian dikelola di perpustakaan untuk dapat digunakan kembali dalam proses pendidikan dan penelitian.
·       Fungsi kebudayaan untuk menyimpan hasil dari budaya masyarakat.
·       Fungsi rekreasi, yang dimaksud rekreasi di sini adalah suatu proses yang dilakukan seseorang dalam menciptakan ide-ide baru atau menjadi kreatif kembali dari koleksi-koleksi yang tersedia di perpustakaan. Mencermati fungsi tersebut perpustakaan mempunyai peran besar dalam proses silklus informasi pada lingkup civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi. Untuk itu agar perpustakaan dapat memerankan posisi strategi berkaitan dengan arus informasi di lingkungan perguruan tinggi, maka perpustakaan perlu melakukan kreatifitas dalam mengelola perpustakaan. Sehingga perpustakaan tidak akan ditinggalkan atau tertinggal dari proses perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat akademik[4].
Knowledge Management memang diakui beberapa pakar masih menjadi konsep yang cair. Dalam arti konsep ini belum menjadi konsep yang baku dalam bidang tertentu. Walaupun sejarah awal lahir dari dunia industry, sebagai pendorong inovasi dalam pengembangan produk. Namun konsep ini dapat diadopsi bidang-bidang lain sebagai sasaran untuk memacu inovasi. Bidang perpustakaan cocok untuk mengadopsi konsep ini. Hal ini terkait dengan fungsi perpustakaan sebagaimana tersebut di atas. Sehingga ada korelasi yang positif yang dapat digunakan untuk pengembangan perpustakaan yang saat ini sedang menghadapi banjir informasi.
Langkah-langkah bagaimana dapat dilakukan perpustakaan dalam menerapkan konsep knowledge management, melalui beberapa tahapan. Adapun tahapan yang dapat dilakukan perpustakaan dalam menerapkan knowledge management, yaitu;
·         Melakukan evaluasi terhadap sistim perpustakaan yang telah ada. Proses ini akan memberikan pemahaman kepada kita tentang permasalahan mendasar yang terjadi pada perpustakaan.
·         Identifikasi kebutuhan. Dalam hal ini, sebagai konsumen perpustakaan di perguruan tinggi adalah mahasiswa dan dosen. Berarti tujuan perpustakaan adalah menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan oleh mereka, yaitu sebagai penyalur pegetahuan[5].
Menurut Jafar Basri (2004) Prinsip dasar penerapan knowledge management adalah untuk memperbaiki sistem di perpustakaan yang saat ini sedang berjalan, sehingga proses transfer pengetahuan atau informasi yang ada di perpustakaan berjalan dengan baik dan berjalan secara simultan.
Selanjutnya untuk menerapkan knowledge management di perpustakaan dengan merujuk ruang lingkup knowledge management ke dalam pepustakaan. Adapun ruang lingkup tersebut, mencakup::
·         Creation. Perpustakaan adalah media untuk melakukan transfer pengetahuan. Hal ini akan mendukung proses pengembangan pengetahuan. Perpustakaan harus mampu menjadi pemicu (trigger) perkembangan pengetahuan, khususnya perguruan tinggi. Dalam hal ini, pengguna utama perpustakaan adalah mahasiswa dan dosen. Perpustakaan yang berkualitas akan mendukung ke arah berkembangya penelitian dan pengetahuan.
·         Utilization. Konsep utilization berhubungan dengan sistem perpustakaan. Dalam perguruan tinggi, perpustakaan adalah bagian penting. Atau dengan kata lain, perpustakaan adalah sebuah sub sistem perguruan tinggi. Pemustaka (user) perpustakaan adalah dosen dan mahasiswa, dan peneliti. Jadi seberapa tinggi tingkat utilitasnya, tergantung sberapa sering pengguna tersebut memanfaatkan perpustakaan.
·         Storing adalah salah satu proses transfer pengetahuan dan pengguna mendapatkan pengetahuan sehingga tingkat pemahamannya akan berkembang.
·         Acquisition berarti kemahiran. Dalam hal ini, transfer pengetahuan yang diberikan oleh perpustakaan harus mampu memberikan nilai tambah bagi pengunjungnya..
·          Distribution/sharing. Konsep ini menjelaskan tentang bahwa harus ada proses distribusi pengetahuan. Jika dihubungkan dengan sistem perpustakaan, perpustakaan harus mampu berfungsi sebagai transfer pengetahuan..
·          Structure. Konsep struktur mengarah tentang bagaimana struktur transfer pengetahuan. yang benar-benar mendukung tujuan utama, yaitu transfer pengetahuan.
·         Tecnology. Teknologi adalah suatu alat (tool) yang digunakan dalam mengembangkan sistem perpustakaan. Perkembangan teknologi informasi akan memberikan kemudahan kepada pengguna perpustakaan dan sistem pelayanannya.
·         Measurement. Secara umum, Korelasi dengan sistem perpustakaan adalah dalam sistem perpustakaan diperlukan sebuah sistem pengukuran keberhasilan tujuan .
·         Organizational design. Konsep ini mengarah kepada struktur organisasi perpustakaan. Struktur organisasi perpustakaan harus berorientasi pada kebutuhan. Artinya jangan sampai struktur dibuat terlalu birokratis dan terlalu banyak jabatan yang kurang perlu.
·         Leadership/Culture. Budaya adalah ruang lingkup yang luas. Dalam hal ini perpustakaan harus mampu menumbuhkan nilai budaya membaca. Jadi, ini adalah salah satu tugas berat perpustakaan[6].
Intranet merupakan salah satu penerapan KM di dalam perpustakaan karena dapat membantu dan memudahkan dalam pengelolaan perpustakaan. Menurut Hendro Wicaksono (2006),[7]satu diantara komponen dalam penerapan knowledge management adalah ketersediaan alat (tool) sebagai salah satu sarana untuk berbagi (sharing) pengetahuan. Hal ini sebagaimana dilakukan industri dalam menerapkan knowledge management. Untuk itu bentuk realisasi knowledge management di perpustakaan dengan membangun beberapa sarana atau sharing pengetahuan, antara lain:
1.      Membuat portal/web perpustakaan sebagai wadah untuh sharing
2.      Membuat jaringan intranet sebagai infrastruktur
3.      Menyediakan fasilitas internet di perpustakaan
4.      Melakukan proses digitalisasi koleksi perpustakaan.
Intranet merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk sharing pengetahuan di perpustakaan. Konsep intranet muncul tidak lama setelah internet popular. Secara sederhana intranet dapat didefenisikan sebagai implementasi teknologi internet pada jaringan computer adalah LAN (local area network) yang cakupannya lokal. Banyak media yang bisa digunakan pada intranet dan paling populer web. Adapun tujuan dibangun intranet ini, antara lain:
1.      Sarana penyedia sumber daya informasi (information resource) secara elektronik dengan akses ke intranet.
2.      Mengoptimalkan penggunaan infrastruktur teknologi informasi yang telah dikembangkan.
3.      Menyediakan sumber daya informasi yang mudah diakses oleh sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.
4.      Mengembangkan layanan perpustakaan dengan menyediakan lebih banyak pilihan format dokumen ilmiah bagi pengguna perpustakaan.
5.      Memenuhi tautan akan sumber belajar yang dapat mendukung pelaksanaan metode problem based learning yang memungkinkan mahasiswa mengakses sumber belajar tertentu tanpa harus datang ke perpustakaan, namun cukup mengakses dari ruang kuliah maupun ruang tutorial
Adapun kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan inranet dalam rangka menyediakan sarana bantu penelusuran meliputi:
1.      Mendownload artikel jurnal dari database.
2.      Menscan buku-buku teks.
3.      Mengkonversi karya tulis ilmiah dalam format pdf.
4.      Mengedit dan update artikel jurnal cetak.
5.      Mengedit dan update catalog karya tulis ilmiah cetak.
6.      Membuat data back-up dalam CD dan hardisk.
7.      Merancang webseite terakses intranet.
8.      Upload data ke website intranet.
Inranet tersebut dapat diakses dari lingkungan universitas dalam jaringan local AreaNetwork (LAN) atau melalui akses poin dilingkungan Fakultas. Adapun resource yang dapat diperoleh dari intranet tersebut dapat berupa: 1. Catalog online (OPAC). 2. E-book. 3. Karya ilmiah elektronik. 4. Artikel elektronik. Intranet dapat digunakan sharing pengetahuan bagi sivitas akademika universitas guna mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi
G. Kesimpulan
        Kemajuan ilmu pengetahuan yang didukung dengan perkembangan teknologi informasi mempercepat perputaran informasi. Perpustakaan sebagai lembaga pengelola dan penyedia informasi perlu mengadakan penyesuaian dalam menghadapi perubahan tersebut. Perubahan ini dilakukan sebagai cara untuk menjembatani antara perkembangan dan perputaran informasi yang berlangsung dengan cepat, dan tuntutan pemakai untuk mendapatkan informasi dengan cepat, tepat dan akurat. Sehingga memberikan manfaat bagi komunitas antara lain memberikan kesempatan kecepatan dalam pencarian informasi







Daftar Pustaka
Hendro Wicaksono. 2006. Membangun Sistem Management Pengetahuan untuk
Pemakai Perpustakaan Berbasis Intranet Menggunakan Perangkat Lunak Opensour diunduh dari www.ilmukomputer.com Tanggal 11 Januari 2015.
Jafar Basri. 2004. Sikap perubahan fundamental dalam menghadapi
Kedayagunaan Sistem Informasi berbasis Jejaringan. Diunduh dari http://www.pacific.net.id/pakar/jafar/sibj 4 htm tanggal 11 Januari 2015.
Kardi.2007.Revitilisasi Peran Pustakawan Dalam Implementasi Knowledge
Management.Artikel pada Majalah Visi Pustaka Volome 9 Nomer 2 Agustus 2007. Jakarta:Pusat J           asa Perpustakaan dan  Informasi, Perpusnas RI.
Laudon, Knnethh C. and Jane P. Laudon . 2002. Management information systems
Managing the digital firm 7th ed. New Jersey : Prentice-Hall
Malhotra, Yogesh (2000), "From Information Management to Knowledge
Management: Beyond the 'Hi-Tech Hidebound' Systems" dalam K. Srinantaiah dan MED Koenig (ed.), Knowledge Management for the Information Professional, Medford, NJ : Information Today Inc.
Shanhong, Tang, 2006. Knowledge Management in Libraries in the 21 st Century.
Sukirno, 2008. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. III Nomor 2
(Juli-desember 2008).




[1] Sukirno, Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. III Nomor 2 (Juli-desember 2008) hal.88
[2] Sukirno, Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. III Nomor 2 (Juli-desember 2008) hal.23
[3] Laudon, Kenneth C. and Jane P. Laudon  Management Information System: Managing the Digital Firm, 7th.( New Jersey : Prentice-Hall.2002)hal.372-373

[4] Sulistyo-Basuki.Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta: Gramedia Pustaka.1993)
[5] Shanhong, Tang, 2006. Knowledge Management in Libraries in the 21 st Century. Diunduh dari
http://www.ifla.org/IV/ifla66/papers. Tanggal 11 Januari 2015

[6] Jafar Basri. 2004. Sikap perubahan fundamental dalam menghadapi Kedayagunaan Sistem Informasi berbasis Jejaringan. Diunduh dari http://www.pacific.net.id/pakar/jafar/sibj 4 htm tanggal11 Januari 2015
[7] Hendro Wicaksono. 2006. Membangun Sistem Management Pengetahuan untuk Pemakai Perpustakaan BerbasisIntranet Menggunakan Perangkat Lunak Opensour diunduh dari www.ilmukomputer.com Tanggal 11 Januari 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar